Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Bayi Tiga Bulan Buta Setelah di Foto Keluarganya

Seorang bayi mengalami kebutaan mata sebelah setelah seorang teman dari keluarganya lupa mematikan lampu kilat (flash) saat mengambil foto close-up.

Dokter mengatakan bayi yang belum memiliki nama itu telah mengalami kerusakan mata dari flash dari kamera, saat flash kamera itu menembakkan cahayanya sekitar 10 inci dari bayi laki-laki yang berasal dari China ini.

Setelah pengambilan foto bayi itu, orang tua melihat bahwa ada sesuatu yang aneh dengan bayi mereka, seperti dilaporkan  People's Daily Online.

Setelah insiden itu, bayi ini berkurang penglihatan di mata kirinya dan kebutaan pada mata kanannya. Kerusakan dikatakan permanen dan tidak bisa diperbaiki dengan operasi.

Flash kuat telah merusak sel-sel di makula, yang merupakan bagian dari mata dimana sinar cahaya yang masuk untuk mengambil fokus.


Kerusakan makula dapat menyebabkan hilangnya penglihatan sentral, yang memungkinkan orang untuk melihat lurus ke depan. Anak-anak sangat sensitif terhadap cahaya yang kuat .

Flash kuat telah merusak sel-sel di makula , bagian dari mata mana sinar cahaya yang masuk terfokus

Para ahli telah mengatakan bahwa bayi akan menutup mata mereka ketika terkena cahaya secara refleks, namun hanya dengan kecepatan milidetik cahaya yang kuat akan masuk menyebabkan kerusakan permanen.

Mereka menambahkan bahwa orang tua harus berhati-hati dari lampu kamar mandi yang kuat ketika bayi mereka mandi.


Tidak jelas apakah kerabat dari keluarga akan menghadapi tindakan hukum setelah insiden tersebut.

Sumber: http://medan.tribunnews.com/2015/07/28/bayi-tiga-bulan-buta-setelah-terkena-flash-kamera

Perempuan, Ketahui 8 Risiko Jika Hamil di Atas Usia 35 Tahun

Bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas yang sedang merencanakan kehamilan, tentu akan memiliki persiapan berbeda dibanding dengan perempuan yang lebih muda.

Kita juga sering mendengar bahwa kehamilan pada usia 35 tahun ke atas memiliki risiko yang besar.

Sementara itu, tak sedikit perempuan yang memang baru merencanakan kehamilan ketika sudah menginjak usia tersebut dengan berbagai alasan, seperti karier, dan mencari pasangan hidup yang tepat.


Meskipun demikian, bukan berarti kehamilan di usia 35 tahun ke atas selalu membahayakan.

Kita bisa mewaspadai beberapa kemungkinan terburuk dari kehamilan di usia yang tak lagi muda dengan memperhatikan beberapa fakta berikut.

Fakta 1
Penelitian terbaru mengestimasikan bahwa perempuan yang merencanakan kehamilan di usia 35 tahun ke atas meningkat 60 persen sejak 2012.

Fakta 2
Beberapa penelitian membuktikan bahwa komplikasi pada kehamilan lebih banyak dialami oleh perempuan berusia 35 tahun ke atas.

Berbagai eksperimen dan penelitian dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengetahui secara pasti apa saja faktor timbulnya komplikasi kehamilan pada perempuan usia 35 tahun ke atas.

Fakta 4
Ditemukan bahwa kadar hormon oksitosin yang diproduksi oleh perempuan sangat berkurang ketika memasuki usia 35 tahun.

Fakta 5
Oksitosin adalah hormon yang memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membantu kontraksi saat persalinan dan membuat prosesnya lebih mudah.

Fakta 6
Selain hormon oksitosin, hormon lain yang juga berkurang pada usia 35 tahun ke atas adalah hormon progesteron.

Fakta 7
Progesteron adalah hormon yang membantu menguatkan dinding rahim ketika proses persalinan berjalan.

Fakta 8
Jadi, bisa disimpulkan bahwa berkurangnya produksi kedua hormon di atas pada perempuan usia 35 tahun dan seterusnya memiliki risiko lebih tinggi.

Sumber:http://nova.grid.id/Kesehatan/Wanita/Perempuan-Ketahui-8-Risiko-Jika-Hamil-Di-Atas-Usia-35-Tahun?page=all